Memahami Tahapan Uji Lapangan (Site Test) Instalasi Genset
Berbeda dengan uji di pabrik, uji lapangan dilakukan untuk melihat bagaimana genset berinteraksi dengan kondisi nyata di lokasi, termasuk sistem pemipaan, pembuangan panas, dan kabel distribusi.+1
1. Uji Urutan Kerja (Sequence)
Petugas akan menguji alur kerja otomatisasi sistem. Hal ini mencakup simulasi pemadaman listrik PLN untuk melihat apakah mesin mulai menyala (start) sesuai jeda waktu yang diatur (0-60 detik) dan apakah beban berpindah secara otomatis melalui panel AMF/ATS.+3
- Tujuannya: Memastikan tidak ada keterlambatan atau kegagalan urutan yang bisa menyebabkan gedung gelap terlalu lama.+1
2. Pengujian Perangkat Perlindungan (Protection Device)
Seluruh sensor keamanan diuji kembali untuk memastikan mereka aktif saat terjadi gangguan. Petugas akan mensimulasikan kondisi kegagalan, seperti memicu sensor suhu tinggi atau tekanan oli rendah, untuk memastikan genset akan melakukan shut off secara otomatis demi melindungi mesin.+1
3. Operasional Dasar (Operation)
Pengecekan seluruh fungsi kendali pada panel, baik dalam mode manual maupun otomatis. Ini termasuk pengujian tombol stop darurat (emergency stop) dan fungsi reset pada sistem.+4
4. Pengukuran Tingkat Kebisingan (Sound Pressure Level)
Dilakukan pengukuran suara menggunakan Sound Level Meter saat mesin beroperasi penuh. Di area rumah sakit, suara tidak boleh melebihi 65 dBA pada jarak sekitar 3 meter agar tidak mengganggu lingkungan perawatan pasien.+1
5. Uji Beban Bertahap (Load Running 0% – 110%)
Genset dipaksa bekerja dengan beban yang ditingkatkan secara bertahap untuk memastikan stabilitas mesin. Tahapannya adalah:+1
- 0% (Tanpa Beban): Mengecek kestabilan mesin saat baru menyala.+1
- 25%, 75%, hingga 100%: Menguji ketahanan mesin dalam memikul beban listrik bangunan secara bertahap.+1
- 110% (Beban Berlebih): Menguji kemampuan overload mesin untuk memastikan cadangan tenaga tetap ada dalam kondisi ekstrem.+1
6. Durasi Pengetesan (Waktu 1 Jam per Tahap)
Setiap tahapan beban di atas tidak hanya dilakukan sekilas, melainkan dijalankan selama 1 jam penuh per langkah.
- Mengapa harus 1 jam?: Durasi ini diperlukan agar suhu mesin mencapai titik stabil. Jika ada masalah pada sistem pendingin atau kebocoran kecil pada pipa bahan bakar, biasanya masalah tersebut baru akan terlihat setelah mesin bekerja stabil dalam waktu yang cukup lama.+3
Hasil Akhir dan Sertifikasi
Seluruh rangkaian tes ini harus disaksikan oleh pihak Pengawas dan hasilnya dicatat dalam laporan resmi. Keberhasilan tes ini menjadi syarat utama agar gedung mendapatkan Surat Ijin Pemakaian dari instansi yang berwenang, menjamin bahwa instalasi tersebut aman bagi publik.