Arsitektur Distribusi Air IHB : Dari Pusat Pompa hingga Sistem Pembuangan Udara Otomatis (AAV)
Sistem distribusi hydrant dirancang untuk mengalirkan air dengan tekanan konstan ke seluruh bagian gedung. Memahami alur air ini sangat krusial untuk memastikan setiap lantai memiliki daya pancar yang cukup saat terjadi kondisi darurat.
1. Titik Awal: Ruang Pompa dan Jockey Fire Pump (JFP)
Perjalanan air bermula dari tangki penyimpanan melalui jalur isap (suction). Pada skema Anda, Jockey Fire Pump (JFP) mengambil peran penting sebagai penjaga tekanan statis.
- Suction Jalur Ø32: Air ditarik melalui Vortex Inhibitor untuk mencegah udara masuk, melewati Gate Valve (GV OS&Y), dan disaring oleh Strainer (STR) sebelum masuk ke pompa.
- Discharge Jalur Ø25: Setelah keluar dari pompa, air melewati Check Valve (CV) untuk mencegah aliran balik dan dialirkan menuju pipa utama berukuran Ø250 yang disebut Header.
- Tekanan Awal: Berdasarkan data teknis, tekanan yang dihasilkan di Pump Room mencapai 9.414 bar.
2. Distribusi Vertikal melalui Pipa Riser
Dari Header Ø250, air didorong naik secara vertikal melalui pipa Riser. Di setiap lantai, tekanan air akan menyesuaikan dengan ketinggian elevasi.
- Penyesuaian Tekanan: Semakin tinggi lantai, tekanan pompa asli akan berkurang, namun terbantu oleh tekanan statis air itu sendiri. Contohnya, di 4th Floor, tekanan pompa berada di angka 7.600 bar, namun total tekanan keluar (Outlet Pressure) menjadi 7.820 bar.
3. Titik Pertahanan: IHB dan Landing Valve (LV)
Di setiap lantai, terdapat percabangan pipa yang menuju dua komponen utama pertahanan manual:
- Indoor Hydrant Box (IHB): Jalur air yang terhubung ke kotak hydrant untuk penggunaan selang oleh penghuni atau tim tanggap darurat.
- Landing Valve (LV): Katup yang disediakan khusus bagi petugas pemadam kebakaran profesional untuk menyambungkan selang heavy-duty mereka langsung ke sistem air gedung.
4. Akhir Jalur: Sistem Pembuangan Udara (AAV)
Pada bagian paling ujung atas dari pipa Riser (biasanya di lantai atap), sistem dilengkapi dengan Automatic Air Valve (AAV).
- Fungsi AAV: Komponen ini bertugas membuang udara yang terjebak di dalam pipa secara otomatis. Udara yang terjebak dapat menyebabkan hambatan aliran (air lock) atau benturan air (water hammer) yang bisa merusak sambungan pipa.
- Kondisi Atap (Roof Floor): Pada titik tertinggi ini (+16.250 mm), air masih memiliki tekanan 7.526 bar, memastikan sistem tetap bertenaga bahkan di ujung jalur distribusi.
Kesimpulan Aliran: Secara sistematis, air mengalir dari JFP (Ø25) → Header (Ø250) → Riser Vertikal → IHB/Landing Valve → AAV. Skema ini memastikan bahwa udara dibuang di titik tertinggi (AAV) sehingga air yang keluar dari IHB atau LV selalu padat dan memiliki daya gempur yang stabil.