Panduan Menghitung Kapasitas Loop: Optimasi Alamat dan Zonasi pada Fire Alarm Addressable

Dalam merancang sistem Fire Alarm Addressable, salah satu tahap paling krusial adalah Loop Calculation atau penghitungan kapasitas loop. Ketepatan dalam menentukan jumlah alamat (ID) pada setiap loop akan menentukan kecepatan respon panel dan keandalan sistem dalam jangka panjang.

Berikut adalah panduan teknis cara menghitung kebutuhan loop berdasarkan jumlah alamat dan zonasi perangkat.


1. Memahami Bobot Alamat (ID) Per Perangkat

Dalam sistem addressable, setiap perangkat yang memiliki identitas unik di panel dihitung sebagai 1 alamat. Berdasarkan spesifikasi teknis, berikut adalah rinciannya:

  • Detektor Addressable: Setiap unit detektor (asap, panas, atau gas) yang terpasang memiliki modul internal sendiri, sehingga dihitung 1 alamat per detektor.
  • Zona Konvensional (via ZAM): Jika Anda menggunakan detektor konvensional yang dihubungkan melalui Zone Address Module (ZAM), maka satu blok zona tersebut hanya memakan 1 alamat di panel, tidak peduli berapa banyak detektor di dalamnya (sesuai limit arus modul).
  • Zone Output (via Control Module): Setiap perintah output (seperti pemicu fan, lift, atau bell) yang dikendalikan oleh satu Control Module (CM) dihitung sebagai 1 alamat.
  • Monitor Module (MM): Setiap modul yang memantau status eksternal (seperti Flow Switch atau status pompa) dihitung sebagai 1 alamat.

2. Aturan Zonasi IHB (Indoor Hydrant Box)

Pertanyaan yang sering muncul adalah mengenai status IHB dalam satu lantai. Apakah dihitung sebagai satu zona atau tiap unit memiliki zona sendiri?

Jawabannya: Tergantung pada perangkat interkoneksi yang digunakan.

  • Tiap IHB = 1 Zona (Sangat Disarankan): Di dalam IHB terdapat Manual Call Point (MCP) dan Alarm Bell. Jika setiap MCP di dalam IHB menggunakan tipe addressable atau modul monitor tersendiri, maka setiap IHB dihitung 1 alamat (1 zona). Ini memudahkan petugas Damkar mengetahui titik lokasi kebakaran secara presisi di lantai tersebut.
  • Satu Lantai = 1 Zona: Jika semua MCP dalam satu lantai diparalel secara konvensional lalu masuk ke satu Zone Address Module (ZAM), maka seluruh IHB di lantai tersebut hanya memakan 1 alamat. Namun, panel hanya akan lapor “Alarm Lantai 2” tanpa tahu IHB mana yang ditekan.

3. Rumus Penghitungan Kapasitas Loop

Misalkan Anda memiliki gedung 6 lantai dengan spesifikasi per lantai sebagai berikut:

  • 10 Detektor Addressable.
  • 2 IHB (masing-masing memiliki MCP addressable dan Modul Kontrol Bell).
  • 1 Control Module untuk Fan.

Perhitungan Alamat Per Lantai:

Total ID = 10 Detektor + 2 MCP/IHB + 2 Modul Bell + 1 Modul Fan = 15 Alamat

Total untuk 6 Lantai:

15 Alamat x 6 Lantai = 90 Alamat

Penentuan Jumlah Loop:

Jika kapasitas 1 Loop panel Anda adalah 125 alamat, maka secara teori 1 Loop cukup untuk 90 alamat tersebut. Namun, untuk alasan keamanan dan pengembangan masa depan, sangat disarankan menggunakan 2 Loop dengan pembagian beban (misal: Lantai 1-3 Loop 1, Lantai 4-6 Loop 2).


4. Pentingnya Faktor Cadangan (Spare Capacity)

Dalam pengurusan Rekomtek atau SLF, teknisi biasanya disarankan tidak mengisi loop hingga 100% kapasitas.

  • Batas Aman: Maksimal 80% dari kapasitas loop.
  • Tujuan: Menjaga kecepatan komunikasi data (polling) agar panel tidak lemot dan menyediakan ruang jika ada penambahan ruangan/detektor di masa depan.

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *