Mengenal 20 Komponen Vital dalam Sistem Fire Alarm Addressable dan Fungsinya

1. Perangkat Kontrol Utama (Master Control)

  • MCP-FA (Master Control Panel Fire Alarm): Merupakan “otak” dari seluruh sistem. Panel ini menggunakan teknologi Addressable 2 Loop, yang artinya mampu mengidentifikasi lokasi kebakaran secara spesifik hingga ke titik detektor individu. Ia bertugas menerima sinyal dari detektor dan mengirimkan perintah otomatis ke perangkat lain.
  • MDF-FA (Main Distribution Frame FA): Terminal pusat penyambungan kabel yang menghubungkan jalur dari setiap lantai (JB-FA) ke panel utama (MCP-FA).
  • Annunciator: Panel monitor tambahan yang diletakkan di area strategis (seperti ruang kontrol elektronik) untuk menduplikasi informasi dari MCP-FA. Ini memudahkan petugas memantau status alarm tanpa harus mendatangi panel utama.

2. Perangkat Deteksi (Sensors)

Sesuai dengan simbol pada legenda gambar:

  • Conventional Smoke Detector: Detektor yang bereaksi terhadap keberadaan asap di dalam ruangan.
  • Heat Detector (Rate of Rise & Fix Temperature): Detektor yang aktif berdasarkan kenaikan suhu ruangan yang tidak wajar.
  • Gas Detector: Mendeteksi adanya kebocoran gas yang berpotensi memicu ledakan atau kebakaran.
  • Manual Call Point (MCP): Tombol darurat yang dapat ditekan secara manual oleh penghuni gedung untuk mengaktifkan alarm kebakaran.

3. Perangkat Output dan Notifikasi

  • Alarm Bell & Flasher Lamp: Perangkat pemberitahuan visual dan suara untuk memperingatkan penghuni agar segera mengevakuasi diri.
  • One Way Voice Communication: Sistem komunikasi suara satu arah yang digunakan petugas untuk memberikan instruksi evakuasi kepada penghuni.
  • Color Graphic Monitor (17″): Menampilkan denah gedung secara visual di layar komputer untuk memetakan titik api secara akurat.
  • Report Printer: Digunakan untuk mencetak log kejadian atau riwayat alarm sebagai dokumentasi fisik.

4. Perangkat Integrasi dan Modul

Sistem addressable menggunakan modul khusus agar panel utama dapat berkomunikasi dengan perangkat lain:

  • Zone Address Module (ZAM): Menghubungkan perangkat detektor konvensional ke sistem addressable.
  • Control Module (CM): Digunakan untuk mengaktifkan perangkat eksternal seperti fan, lift, atau pompa.
  • Monitor Module (MM): Memantau status sistem lain (seperti pompa kebakaran atau aliran air).
  • Flow Switch & Temper Switch: Mendeteksi adanya aliran air pada sistem sprinkler dan memastikan katup air selalu dalam posisi terbuka.

5. Sistem Kelistrikan dan Proteksi

  • UPS (Uninterruptible Power Supply): Menggunakan baterai Ni-Cad yang mampu menyuplai daya cadangan selama 180 menit jika listrik utama padam. Sistem ini dilengkapi rectifier (pengubah AC ke DC) dan inverter (pengubah DC ke AC).
  • Line Surge Arrester: Melindungi perangkat elektronik sensitif di dalam panel dari lonjakan listrik tiba-tiba atau sambaran petir.
  • Grounding: Sistem pembumian dengan nilai maksimal 0,5 Ohm untuk membuang gangguan listrik ke bumi.
  • Fire Resistant Cable (FRC): Kabel tahan api spesifikasi 950°C selama 3 jam untuk memastikan sistem tetap berfungsi di tengah kobaran api. Kabel ini dilindungi dalam pipa PVC HI Conduit berdiameter 20mm.

6. Matriks Integrasi Sistem (Interkoneksi)

Diagram menunjukkan MCP-FA terintegrasi dengan berbagai sistem gedung lainnya untuk respon otomatis:

  • Pressurized Fan (PF), SEF, SMF: Mengatur tata udara darurat untuk menjaga jalur evakuasi tetap bebas asap.
  • Lift Homing: Memaksa lift turun ke lantai dasar secara otomatis saat terjadi kebakaran.
  • Akses Kontrol & Pintu Otomatis: Membuka semua pintu elektronik agar penghuni tidak terjebak dan proses evakuasi lancar.
  • Sentral Tata Suara & PABX: Mengaktifkan pesan evakuasi ke seluruh gedung dan melakukan panggilan darurat otomatis.

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *