Panduan Standar Pencahayaan Ruangan Berdasarkan SNI 6197:2020

Penerapan standar pencahayaan yang tepat bukan hanya soal kenyamanan visual, tetapi juga strategi konservasi energi pada bangunan gedung. SNI 6197:2020 menetapkan ambang batas tingkat pencahayaan (lux) dan densitas daya (Watt/m²) untuk berbagai fungsi ruangan agar operasional gedung tetap efisien.

Berikut adalah rangkuman standar pencahayaan berdasarkan kategori ruangan:


1. Fasilitas Layanan Kesehatan (Rumah Sakit)

Pada proyek seperti Rumah Sakit, pencahayaan harus mendukung akurasi medis dan kenyamanan pasien

  • Ruang Rawat Inap: 250 lux (pencahayaan umum yang menenangkan).
  • Ruang Operasi: 300 lux (umum) hingga 10.000+ lux pada titik tindakan (lampu operasi).
  • Ruang Bersalin & Unit Gawat Darurat: 300 – 500 lux.
  • Laboratorium: 500 lux (untuk ketelitian pengujian).
  • Koridor (Malam Hari): 50 lux (untuk navigasi dasar tanpa mengganggu pasien tidur).

2. Ruang Perkantoran dan Kerja

Standar ini dirancang untuk meminimalkan kelelahan mata (eye strain) selama jam kerja.

  • Ruang Kerja Umum: 350 lux.
  • Ruang Rapat (Meeting Room): 300 lux.
  • Ruang Gambar / Teknis: 750 lux (memerlukan detail visual tinggi).
  • Arsip & Ruang Komputer: 150 – 350 lux.

3. Area Umum dan Pendukung

Area ini sering kali memiliki durasi penggunaan yang lama, sehingga densitas daya sangat diperhatikan.

  • Toilet & Ruang Ganti (Loker): 100 lux.
  • Tangga Darurat & Koridor Gedung: 150 lux.
  • Lobi / Ruang Tunggu: 200 lux.
  • Gudang & Area Parkir: 100 lux (Gudang) dan 30 lux (Parkir).

Perbandingan Lux dan Densitas Daya Listrik

Selain tingkat terang, SNI 6197:2020 mengatur batas maksimal konsumsi daya (W/m²) untuk menekan beban pada Panel MDP gedung.+2

Fungsi RuanganTingkat Pencahayaan (Lux)Maks. Densitas Daya (W/m²)
Perkantoran (Open Plan)3508.0
Rumah Sakit (Rawat Inap)2507.0
Koridor / Selasar1004.0
Tangga Darurat1504.0
Toilet1004.0

Strategi Efisiensi Energi

SNI 6197:2020 mendorong pengelola gedung untuk:

  1. Pemanfaatan Cahaya Alami: Memaksimalkan jendela pada area seperti koridor lantai 1-4.
  2. Sistem Kontrol: Menggunakan sensor gerak (occupancy sensors) pada area seperti ruang loker atau toilet yang tidak selalu digunakan sepanjang waktu.
  3. Pemilihan Armatur: Menggunakan lampu LED dengan efikasi tinggi untuk menjaga total beban daya tetap di bawah kapasitas panel utama.

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *