Cara Menghitung Kapasitas Tangki Air Rumah Sakit: Raw Tank, Ground Tank, dan Roof Tank

Sistem penyimpanan air pada rumah sakit jauh lebih kompleks dibanding bangunan biasa. Rumah sakit adalah fasilitas esensial yang tidak boleh berhenti beroperasi — setiap gangguan pasokan air dapat mengancam keselamatan pasien. Oleh karena itu, perencanaan kapasitas tangki air harus dilakukan secara cermat dan mengacu pada standar yang berlaku.

Artikel ini membahas secara detail cara menghitung kapasitas tiga komponen utama tangki air rumah sakit: Raw & Fire TankGround Tank (GWT), dan Roof Tank.


Gambaran Umum Sistem Air Rumah Sakit

Sebelum masuk ke perhitungan, penting untuk memahami alur sistem air bersih rumah sakit secara keseluruhan:

PDAM / Sumur Dalam
        ↓
Raw & Fire Tank
  ├─ Raw Water → WTP (Sand Filter + Carbon Filter)
  └─ Fire Water → Sistem Hidran & Sprinkler
        ↓
Ground Tank (GWT) ← air bersih hasil olahan
        ↓ Transfer Pump
Roof Tank
        ↓ Gravitasi          ↓ Booster Pump
  Zona tekanan cukup     Zona tekanan kurang

Setiap tangki memiliki fungsi dan cara perhitungan yang berbeda.


Bagian 1: Menghitung Kebutuhan Air Harian (Q Total)

Ini adalah dasar dari semua perhitungan kapasitas tangki. Kebutuhan air rumah sakit tidak bisa dihitung hanya dari jumlah tempat tidur — setiap komponen operasional harus diperhitungkan secara terpisah.

Standar Acuan

Regulasi / StandarKeterangan
SNI 03-7065-2005Tata cara perencanaan sistem plambing
PMK No. 40 Tahun 2022Persyaratan teknis bangunan dan prasarana RS
SNI 03-1745-2000Sistem sprinkler otomatis
SNI 03-1746-2000Sistem hidran kebakaran
WHO Health Facility GuidelinesAcuan internasional untuk RS

Komponen Kebutuhan Air Harian

a. Pasien Rawat Inap

  • Bangsal umum: 250 – 300 liter/tempat tidur/hari
  • ICU / ICCU / NICU: 400 – 500 liter/tempat tidur/hari (lebih tinggi karena prosedur medis intensif)
  • Ruang isolasi: 400 – 500 liter/tempat tidur/hari

b. Staf dan Karyawan

  • Staf medis (dokter, perawat): 60 – 80 liter/orang/hari
  • Staf non-medis (administrasi, cleaning service): 50 – 60 liter/orang/hari

c. Poliklinik dan Pengunjung

  • Pasien rawat jalan: 8 – 10 liter/kunjungan/hari
  • Pengantar / pengunjung: 5 – 8 liter/orang/hari

d. Dapur / Instalasi Gizi

  • 20 – 30 liter/porsi makanan
  • Untuk RS 150 TT dengan 3x makan/hari: 150 × 3 × 25 L = 11.250 liter/hari

e. Laundri

  • 40 – 50 liter/kg linen kering
  • Estimasi linen kotor: 3 – 5 kg/tempat tidur/hari
  • Untuk RS 150 TT: 150 × 4 kg × 45 L = 27.000 liter/hari

f. CSSD (Central Sterile Supply Department)

  • Dihitung per siklus sterilisasi dan kapasitas alat autoclave
  • Estimasi umum: 5.000 – 10.000 liter/hari tergantung volume operasi

g. Kamar Operasi (OK)

  • 300 – 500 liter/kamar operasi/hari
  • Termasuk scrub area, instrumen, dan pembersihan pasca operasi

h. Laboratorium, Radiologi, Farmasi

  • Estimasi gabungan: 3.000 – 5.000 liter/hari tergantung skala

Contoh Rekap Kebutuhan Air Harian (RS 150 Tempat Tidur)

KomponenSatuanJumlahKebutuhan (L)
Pasien bangsal (120 TT)300 L/TT/hari12036.000
Pasien ICU/ICCU (20 TT)450 L/TT/hari209.000
Pasien isolasi (10 TT)450 L/TT/hari104.500
Staf medis (80 orang)70 L/org/hari805.600
Staf non-medis (50 orang)55 L/org/hari502.750
Poliklinik (100 kunjungan)10 L/kunjungan1001.000
Pengunjung (100 orang)6 L/orang100600
Dapur / gizi25 L/porsi × 450 porsi11.250
Laundri45 L/kg × 600 kg27.000
CSSDestimasi7.000
Kamar operasi (4 OK)400 L/OK/hari41.600
Lab, radiologi, farmasiestimasi4.000
Total Kebutuhan Harian≈ 110.300 L ≈ 110 m³/hari

Catatan: Angka di atas adalah ilustrasi untuk RS 150 tempat tidur. Setiap proyek memiliki data aktual yang berbeda.


Bagian 2: Menghitung Kapasitas Ground Tank (GWT)

Ground tank berfungsi menyimpan air bersih hasil pengolahan sebagai cadangan utama sebelum didistribusikan ke roof tank.

Rumus

V_GWT = Q_harian × n_hari × SF

Keterangan:

  • Q_harian = total kebutuhan air bersih per hari (liter)
  • n_hari = jumlah hari cadangan (2 hari untuk RS)
  • SF = safety factor 1,0 – 1,1 (cadangan hari sudah inklusif)

Dasar Penentuan Jumlah Hari Cadangan

Jenis BangunanCadangan GWT
Rumah tinggal1 hari
Gedung kantor / komersial1 – 2 hari
Rumah sakit2 – 3 hari
RS tipe A / RS Pendidikan3 hari (rekomendasi)

Rumah sakit menggunakan cadangan minimum 2 hari karena:

  • Gangguan pasokan PDAM bisa berlangsung 1–2 hari
  • Operasional tidak dapat dihentikan (OK, ICU, CSSD aktif 24 jam)
  • PMK 40/2022 mensyaratkan ketersediaan air tanpa gangguan

Contoh Perhitungan Ground Tank

Q_harian  = 95.000 liter/hari  (untuk RS 100 TT)
n_hari    = 2 hari
SF        = 1,0

V_GWT = 95.000 × 2 × 1,0
V_GWT = 190.000 liter = 190 m³

Kapasitas ground tank 190 m³ digunakan untuk RS dengan kebutuhan harian 95 m³/hari dengan cadangan 2 hari.


Bagian 3: Menghitung Kapasitas Raw & Fire Tank

Raw & Fire Tank adalah tangki penerima air baku sebelum diolah. Tangki ini umumnya dibagi dua kompartemen:

3a. Raw Water Tank

Raw water tank berfungsi sebagai buffer antara pasokan PDAM/sumur dengan unit pengolahan air (WTP). Kapasitasnya dihitung berdasarkan kapasitas produksi WTP per jam:

V_raw = Q_WTP (m³/jam) × t_buffer (jam)
  • t_buffer biasanya 4 – 8 jam operasi WTP
  • Jika WTP mengolah 8 m³/jam selama 4 jam buffer:
V_raw = 8 × 4 = 32 m³ ≈ 33 m³

3b. Fire Water Tank

Kapasitas tangki air pemadam kebakaran dihitung berdasarkan SNI 03-1745-2000 (sprinkler) dan SNI 03-1746-2000 (hidran), dengan rumus:

V_fire = Q_fire (liter/menit) × t_durasi (menit)

Parameter standar untuk RS:

ParameterNilai Standar
Debit sistem hidran400 – 800 liter/menit
Debit sistem sprinkler1.000 – 1.500 liter/menit
Durasi pemadaman (hidran)60 – 90 menit
Durasi pemadaman (sprinkler)60 menit

Contoh perhitungan:

Q_hidran     = 800 liter/menit
Q_sprinkler  = 1.100 liter/menit
Q_total fire = 1.900 liter/menit
t_durasi     = 90 menit

V_fire = 1.900 × 90 = 171.000 liter ≈ 170,33 m³

Total Raw & Fire Tank

V_total = V_raw + V_fire
V_total = 33 + 170,33 = 203,33 m³ → dibulatkan 210 m³

Catatan: Pembulatan ke atas selalu dilakukan untuk memastikan kapasitas tidak kurang dari kebutuhan.


Bagian 4: Menghitung Kapasitas Roof Tank

Roof tank adalah tangki distribusi atas yang mendistribusikan air secara gravitasi ke seluruh lantai bangunan di bawahnya.

Fungsi Roof Tank

  • Buffer distribusi harian (tidak menyimpan cadangan besar)
  • Menjaga tekanan distribusi tetap stabil
  • Mengurangi beban kerja transfer pump

Rumus

V_roof = Q_harian × f × SF

Keterangan:

  • f = faktor frekuensi pengisian
    • Pengisian 1x/hari → f = 1,0
    • Pengisian 2x/hari → f = 0,5
    • Pengisian 3x/hari → f = 0,33
  • SF = safety factor 1,1 – 1,2

Contoh Perhitungan Roof Tank

Q_harian      = 95.000 liter/hari
f             = 0,33 (pengisian 3x sehari)
SF            = 1,15

V_roof = 95.000 × 0,33 × 1,15
V_roof = 36.082 liter ≈ 30 – 36 m³

Dipilih 30 m³ karena:

  • Keterbatasan ruang dan kapasitas struktur atap
  • Transfer pump mampu mengisi dalam waktu singkat (1–2 jam per siklus)
  • Pengisian dapat dilakukan lebih sering (otomatis dengan level switch)

Pengecekan Tekanan Gravitasi

Setelah menentukan volume, pastikan ketinggian roof tank menghasilkan tekanan yang cukup:

P = ρ × g × h
P (bar) = h (meter) × 0,1
Kebutuhan TekananTinggi Minimum Roof Tank di Atas Titik Terjauh
Wastafel, kloset0,5 bar → minimal 5 meter
Shower1,0 bar → minimal 10 meter
Flush valve1,0 – 1,5 bar → minimal 10 – 15 meter

Jika tekanan gravitasi tidak mencukupi untuk zona tertentu, diperlukan booster pump sebagai pelengkap sistem.


Bagian 5: Rekap dan Verifikasi Sistem

Rekap Kapasitas Tangki (Contoh RS 100 TT)

KomponenKapasitasDasar Perhitungan
Raw Water Tank33 m³Buffer 4 jam kapasitas WTP
Fire Water Tank170,33 m³Q_fire × 90 menit
Raw & Fire Tank (total)210 m³33 + 170,33 → dibulatkan
Ground Tank (GWT)190 m³Kebutuhan harian × 2 hari
Roof Tank30 m³Kebutuhan harian × 0,33 × SF

Checklist Verifikasi Desain

  •  Kapasitas GWT memenuhi cadangan minimum 2 hari
  •  Kapasitas fire tank sesuai perhitungan hidraulik sistem pemadam
  •  Roof tank mampu melayani kebutuhan antar siklus pengisian
  •  Tekanan gravitasi mencukupi di semua titik penggunaan
  •  Struktur atap mampu menanggung beban roof tank (1 m³ = 1.000 kg)
  •  Transfer pump mampu mengisi roof tank dalam 1 – 2 jam
  •  Redundansi pompa tersedia (konfigurasi A/B atau duty-standby)
  •  Sistem dilengkapi level switch otomatis dan alarm

Penutup

Menghitung kapasitas tangki air rumah sakit memerlukan pendekatan yang komprehensif — tidak cukup hanya menggunakan angka standar per tempat tidur. Setiap komponen operasional rumah sakit memiliki kebutuhan air yang berbeda dan harus diperhitungkan satu per satu.

Tiga prinsip utama yang harus selalu dipegang:

  1. Cadangan GWT minimal 2 hari — untuk menjamin ketersediaan air saat gangguan pasokan
  2. Fire tank dihitung berdasarkan sistem pemadam aktual — bukan estimasi kasar
  3. Roof tank adalah buffer distribusi, bukan tangki cadangan — volume disesuaikan dengan frekuensi pengisian dan kemampuan struktur atap

Untuk proyek skala besar, seluruh perhitungan ini harus dilakukan oleh konsultan MEP (Mechanical, Electrical, Plumbing) bersertifikat dan diverifikasi oleh tim struktur sebelum pelaksanaan.


Referensi: SNI 03-7065-2005, SNI 03-1745-2000, SNI 03-1746-2000, PMK No. 40 Tahun 2022, WHO Health Facility Guidelines.

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *